Rabu, 26 Agustus 2009

Tinutuan, Bubur Manado bukan satu satunya makanan yang terenak


Menginjakan kaki di Manado merupakan pengalaman yang bisa membuat takjub. Panoramanya sejuk dan hijau. Pemandangan yang indah, keanekaragaman kuliner membuat daerah ini sebagai tempat wisata favorit banyak orang. Tidak lengkap rasanya datang ke suatu kota jika tidak melakukan wisata kuliner. Setelah jalan jalan ke Bunaken dan pantai Bulouvard belum lengkap apabila tidak mencicipi Bubur Manado. Bubur yang lengkap dengan jagung, aneka sayuran hingga ubi singkong sangat menyehatkan dan kaya serat. Sebenarnya Manado tidak saja dikenal dengan buburnya. Masyarakat Sulawesi yang dikenal menyukai seafood membuat jenis makanan ini tersebar di kota Manado, ada suatu tempat makan seafood yang rasanya sangat-sangat menggoda yaitu rumah makan wisata bahari lokasinya dekat laut dengan panorama yang indah dengan lampu-lampu cantik yang menghiasi malam di kota tersebut. Pastikan Anda mendatangi rumah makan ini jika berkunjung ke Manado.
Banyak makanan lain tersedia dan mengundang selera dan relatif akrab dengan lidah orang dari pulau Jawa, walaupun dipastikan selalu pedas karena khas rica ricanya yang terkenal. Menu makanan dari ikan seperti cakalang, roa, oci, nike ahhh rasanya sangat nendang dilidah. Mengenai harga banyak pilihan. Café dan warung hingga resto menawarkan pilihan sesuai kemampuan dompet. Tim selam KS mendapat kesempatan menginap di keluarga Tambayong, keluarga Minahasa yang sangat ramah dan terampil membuat aneka masakan. 7 hari kami menginap, kami mencatat ada 7 kombinasi menu masakan berbeda yang dihidangkan setiap hari. Selain wisata Diving, Manado juga direkomendasikan sebagai kota wisata tempat menjemur lidah (kuliner).
Pergi ke suatu tempat tidak lengkap rasanya jika tidak membeli oleh-oleh. Mungkin selama ini Pasar Tomohon adalah satu-satunya tempat orang mencari oleh-oleh jika berkunjung ke Manado, tetapi ternyata tidak demikian. Saat ini telah berdiri Merciful Building Business Center yang merupakan kompleks Ruko Wanea Plaza di Jl. Sam Ratulangi.


Di tempat ini di sediakan puluhan komoditas produksi unggulan Sualwesi Utara yang dapat dibawa sebagai oleh-oleh antara lain: berbagai olahan selai pala, sirup,dodol, kembang gula dan selai pala, berbagai olahan dari tepung sagu seperti kue bagea & bangket.
Ada juga kacang goyang, kacang tore,halua kenari,klaper koek, dodol kenari,abon ikan cakalang fufu,abon ikan roa,keripik singkong,keripik talas, aneka macam roti dan donat serta pia. Di samping itu, terdapat juga kaos,topi,pakaian kerawang dan barong serta aksesoris.

CAI Diving Club turut sukseskan Guinness World Record di SAIL BUNAKEN ,


Mando 12 – 19 Agustus 2009
Memperingati HUT KS & HUTRI tahun 2009 ini CAI Diving Club menghadiri undangan di SAIL BUNAKEN Manado dari MABES-TNI AL untuk berpartisipasi pada pemecahan record dunia (Guinness world record). Team sebanyak 4 orang bergabung dengan POSSI Banten dan Krakatau Steel DC diberangkatkan 3 gelombang, tgl 5 Agustus 2 orang atlit diberangkatan mengawal peralatan selam menggunakan KRI Tg Kambani, kemudian official dan penyelam pada 12 Agustus dan 16 Agustus 2009, pada akhirnya tim ini turut menggenapkan total penyelam terbanyak yang berhasil dibukukan di Guinness World Record, di Pantai Malalayang, Manado.
Kategori rekor adalah penyelaman massal dengan jumlah penyelam terbanyak dan dilakukannya pelajaran selam massal di dasar laut yang dilakukan Minggu (16Agustus 09). Penyelaman yang dilakukan sekitar pukul 10.30 Wita itu diikuti sedikitnya 2.486 penyelam.
Rekor kembali dipecahkan esok harinya 17/8 pada upacara pengibaran bendera dalam rangka peringatan 64 tahun kemerdekaan Indonesia. Rekor penyelenggaraan upacara kemerdekaan di bawah laut dengan peserta terbanyak mencapai 2.818 penyelam (diver).
Peserta upacara dan penyelaman bukan hanya dari Indonesia, namun juga dari Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Singapura, Taiwan, Turki, Filipina, Belgia, dan China. Ada pula penyelam dari Kanada, Belanda, Singapura, dan dari Angkatan Laut Australia.
Manajer Juri Guinness World Record Lucia Sini¬ga¬gliesi dari London, mengatakan, angka rekor yang berhasil dipecahkan Indonesia mencapai tiga kali lipat rekor sebelumnya. Rekor penyelaman massal sebelumnya dicapai negara Maladewa dengan jumlah penyelam 958 penyelam pada 2006. "Indonesia seharusnya bangga dengan prestasi ini," katanya.
Kuswanto At Ketua BPOS-KS hadir di detik terakhir persiapan pembukuan record 16/08 menyampaikan kegembiraannya “Alhamdulillah saya bisa sempat hadir dan ikut menyelam dan turut menyumbangan angka record ini, prestasi ini kami persembahkan bagi Perusahaan dan Bangsa Indonesia yang sedang berulang tahun”. Team selam CAI berada di group L bergabung dengan 43 peselam lainnya. Awalnya sulit membayangkan hiruk pikuk 2.486 diver serentak masuk didasar laut berbaris menempati formasi upacara yang sudah rapih disiapkan TNI AL. Formasi upacara ini memudahan penyelam masuk barisannya sesuai group dasar laut dengan mudah. Disiapkan penuh perhitungan sejak sebulan sebelumnya! Tetapi saat didalam air, bukan itu saja yang membuat tim tertegun, kami bisa mendengar back sound lagu lagu perjuangan dan perintah protokol, komandan dan inspektur upacara, bayangkan ini didasar laut 12 – 20 meter! Selain itu beberapa media TV menyiarkan acara ini bahkan secara live. Danpada 17/8, upacara Peringatan Detik detik Proklamasi bawah laut berhasil diikuti dengan hikmat dan penuh kebanggaan. Dengan kejernihan perairan Malalayang yang luar biasa (visibilitas 20 meter) tampak serentak ribuan peserta memberi penghormatan kepada Sang Merah Putih yang berkibar gagah membanggakan di hari ini. Berkibarlah Merahputih…, berkibarlah diseluruh penjuru negeri, bahkan berkibarlah di dada kami, warga Negara yang merindukan kebangkitanmu.

Penyelaman di BUNAKEN

Setelah pemecahan record, Peserta selam untuk Guinness Book Record berkesempatan wisata selam ke Pulau Bunaken. Pulau yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara ini ternyata tak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga di seluruh dunia. Terlebih, setelah Indonesia berhasil menerima sertifikat Guinness Book of World Record atas rekor dunia penyelaman massal, Bunaken semakin mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Ciri khas dari Pulau Bunaken adalah wisata bawah laut. Terdapat sekurang-kurangnya 32 titik penyelaman yang menyimpan sejuta kekayaan bawah laut seperti terumbu karang dan berbagai jenis ikan. Yang unik, lebih dari 1000 jenis ikan menghiasi puluhan hektar terumbu karang Bunaken, bahkan spesies ikan purba bernama Coelacant hidup di perairan ini.
Kami pernah melakukan penyelaman menyusuri dinding tubir terjal yang berdasar dalam, bahkan tidak bisa diselami seperti di Pulau Tempurung atau wall Krakatau, tapi keunikan Bunaken melengkapi dive log kami dengan keunikan warna warni ikannya. Kepedulian masyarakat dan aparat di lapangan benar benar terlihat harmonis dan saling mendukung. Kapten kapal mengingatkan dive master dan group tentang larangan merusak lingkungan, termasuk larangan menginjak karang dan bahkan sekedar berdiri dikarang mati, semuanya terlarang. Selain itu kapal kapal pengangkut turis sangat disiplin tidak membuang jangkar sembarangan. Aparat setempat sudah membuat buoy / tambatan permanen yang mudah digunakan sehingga terumbu karang yang menjadi komoditas pariwisata mereka benar benar terjaga. Bisa dimaklumi karena ini adalah periuk nasi mereka. Keramaian menyelam di sini sama seperti di Bali atau Lombok, bisa ditemui belasan group dan belasan kapal membawa puluhan diver bahkan ratusan penyelam di akhir minggu menyelam disini. Kondisi di kedalaman sangat ramai, tetapi perlu dipastian sertifikat yang dimiliki adalah Advance karena penyelaman di sini memerluan keterampilan buoyancy (menjaga posisi di kedalaman dengan melayang), bayangankanlah seperti burung yang menjelajahi dinding gunung..(I believe I can fly…). CAI DC sebenarnya sudah membuat buoy dibeberapa tempat penyelaman di Banten bekerjasama dengan KS Diving Club, namun masih perlu dukungan keseriusan dari aparat dan operator kapal yang mengantar turis. Karena apabila terumbu karang yang rapuh dan perlu puluhan tahun untuk pulih ini rusak, maka berakhirlah industri pariwisata selam setempat bahkan produksi perikananpun akan berhenti, karena terumbukarang juga berfungsi sebagai habitat ikan dan penyumbang nutrisi makanan di lautan. Penyelaman di Bunaken memberikan spirit baru bagi kami. Sayang kami hanya sempat melakuan penyelaman di 2 spot saja, walaupun berat melewatkan kesempatan menyelam di beberapa spot yang masuk kategori terindah didunia ini kami harus disiplin dengan dive plan kami agar terhindar dari penyakit nitrogen narcosis (kelebihan nitrogen di dalam tubuh). Kami berencana segera mewujudkan beberapa rencana konservasi di tempat penyelaman di Banten, misalnya Krakatau, Sanghiang dan Ujung Kulon. Semoga dive spot di beberapa tempat di Indonesia bisa lestari dan mendunia seperti Bunaken.